Warta Sekolah
SMP Inshafuddin Banda Aceh Gelar Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme Bersama PD IPARI Kota Banda Aceh

Banda Aceh, 03 September 2026 — PD IPARI Kota Banda Aceh melalui Tim Penyuluh Eco Enzyme melaksanakan pelatihan pembuatan Eco Enzyme di SMP Inshafuddin Banda Aceh, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pengelolaan sampah organik sekaligus menanamkan kesadaran bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia. Pelatihan tersebut menghadirkan Hj. Supiati, S.Ag., M.Sos., sebagai pemateri sekaligus praktisi Eco Enzyme. Dalam penyampaiannya, ia mengajak peserta mengubah cara pandang terhadap sampah yang selama ini sering dianggap tidak memiliki nilai guna. Bahan organik yang dibuang masih berpotensi diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat apabila dikelola dengan tepat.
Gagasan “dari sampah menjadi emas” beberapa kali ditekankan Hj. Supiati, S.Ag., selama kegiatan berlangsung. Ungkapan tersebut menggambarkan bahwa sesuatu yang dianggap tidak bernilai masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan. Pengolahan yang tepat dapat memberikan nilai guna bagi sisa bahan organik sekaligus membantu mengurangi jumlah sampah yang berakhir sebagai limbah. Pembuatan Eco Enzyme diperkenalkan sebagai bentuk pemanfaatan sampah organik melalui proses fermentasi bahan seperti sisa buah dan sayuran dengan gula dan air. Peserta memperoleh pengetahuan mengenai bahan yang digunakan serta tahapan pengolahannya. Praktik ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di lingkungan rumah maupun sekolah.
Kepedulian terhadap lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai keagamaan. Menjaga kebersihan, menghindari kerusakan, serta memanfaatkan sumber daya secara bijak merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi. Edukasi lingkungan melalui pembuatan Eco Enzyme menjadi sarana untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan lingkungan di sekolah berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap alam. Pelatihan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran untuk memilah sampah, mengurangi limbah organik, serta menerapkan perilaku yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat diterapkan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
SMP Inshafuddin Banda Aceh terus mendorong pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan sikap dan kebiasaan positif. Kerja sama dengan PD IPARI Kota Banda Aceh menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter melalui kegiatan kontekstual yang menghubungkan kepedulian lingkungan dengan pengamalan nilai-nilai keagamaan. Gagasan “dari sampah menjadi emas” diharapkan tumbuh menjadi kesadaran yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Kolaborasi PD IPARI Kota Banda Aceh dengan SMP Inshafuddin Banda Aceh menjadi wujud sinergi dalam membangun kepedulian terhadap alam serta menanamkan kebiasaan hidup yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

